MUSIK ONE STOP


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

ETIKA BISNIS ( MINGGU KE 3 )

Diposting oleh Fitriana Setya



1. Jelaskan apa yg kalian ketahui mengenai pengambilan keputusan.
Secara umum pengambilan keputusan adalah upaya untuk menyelesaikan masalah dengan memilih alternatif solusi yang ada Sebagai seni, Pengambilan Keputusan adalah proses mengambil keputusan pada situasi dan kondisi yang berbeda (karena adanya keragaman yang bersifat unik)
Sebagai ilmu, Pengambilan Keputusan adalah suatu aktivitas yang memiliki metode, cara, dan pendekatan tertentu secara sistematis, teratur dan terarah. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa Pengambilan keputusan adalah supaya Upaya, Proses dan aktifitas untuk menyelesaikan masalah pada situasi dan kondisi yang berbeda dengan memilih alternative solusi yang ada.

Pengertian pengambilan keputusan telah dikemukakan oleh banyak ahli, diantaranya adalah :

G. R. Terry : Mengemukakan bahwa pengambilan keputusan adalah sebagai pemilihan yang didasarkan kriteria tertentu atas dua atau lebih alternatif yang mungkin. Claude S. Goerge, Jr : Mengatakan proses pengambilan keputusan itu dikerjakan oleh kebanyakan manajer berupa suatu kesadaran, kegiatan pemikiran yang termasuk pertimbangan, penilaian dan pemilihan diantara sejumlah alternatif. Horold dan Cyril ODonnell : Mereka mengatakan bahwa pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif mengenai suatu cara bertindak yaitu inti dari perencanaan, suatu rencana tidak dapat dikatakan tidak ada jika tidak ada keputusan, suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat. P. Siagian : Pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta dan data, penelitian yang matang atas alternatif dan tindakan.

2. Sebutkan dan jelaskan tahapan2an dlm pengambilan keputusan.
Menurut Simon (1960) ada beberapa tahap pengambilan keputusan, disebutkan olehnya proses pengambilan keputusan ada 4 tahapan yakni :
1. Intelligence : pengumpulan informasi untuk mengindetifikasikan permasalahan
2. Design : tahap perancangan solusi dalam bentuk alternative pemecahan masalah
3. Choice : tahap memilih dari solusi dari alternative-alternativeyang disediakan
4. Implementation : tahap melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya
Dari 4 tahapan ini kita jadi mengetahui bahwa dalam mengambil keputusan paling tidak ada 4 tahapan yang harus kita lakukan sebelum pengambilan keputusan dilakukan. Pengambilan keputusan ini sangatlah penting dalam suatu manajemen, ini dikarenakan manajemen yang baiklah yang mampu bertanggung jawab atas setiap keputusan-keputusan yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau organisasi, agar perusahaan atau organisasi tersebut mampu menjalankan proses dan fungsinya sesuai dengan tujuan awal perusahaan itu didirikan. Kami harap dengan apa yang kami bagikan pada hari ini dapat berguna bagi para pembaca sekalian

3. Sebutkan dan jelaskan pendekatan2an etika bisnis dalam pengambilan keputusan.
a) Pendekatan utilirian menyatakan bahwa perilaku moral menghasilkan kebaikan paling utama dengan jumlah sebesar mungkin. Pengambil keputusan diharapkan untuk mempertimbangkan pengaruh setiap keputusan terhadap seluruh pihak dan memilih salah satu yang mengoptimalkan kepuasan sebagian besar orang.
b. Pendekatan Individualisme, menyatakan bahwa tindakan akan dianggap bermoral jika mempromosikan kepentingan jangka panjang terbaik seseorang. Tindakan ini dimaksudkan untuk menghasilkan rasio kebaikan terhadap keburukan yang lebih besar lagi bagi seseorang di bandingkan dengan alternatif lain.
c) Pendekatan moral, menyatakan bahwa umat manusia memiliki hak dan kebebasan yang fundamental yang tidak dapat diambil alih berdasarkan keputusan seseorang. Keputusan yang paling baik dalam mempertahankan hak orang-orang yang dipengaruhi oleh keputusan tersebut. Enam hak moral yang harus di perhatikan saat pengambilan keputusan adalah hak untuk memberikan konsensi, hak untuk privasi, hak kebebasan menganut kepercayaan, hak kebebasan berbicara, hak memperoleh keadilan dan hak untuk hidup dan memperoleh keselamatan.
d) Pendekatan Keadilan, menyatakan bahwa keputusan moral harus pada standar kesetaraan, keseimbangan dan keadilan. Ada tiga jenis keadilan, yang pertama adalah keadilan distribusi yang menyatakan bahwa perlakuan berbeda terhadap seseorang tidak boleh berdasarkan karakteristik sifat arbitrer. Yang kedua adalah keadilan procedural yang mengharuskan aturan untuk dijalankan secara adil, dinyatakan dengan jelas dan di berlakukan secara konsisten dan seimbang.
e) Yang terakhir adalah keadilan kompensasi yang menyatakan bahwa seseorang harus memperoleh kompensasi atas biaya kerugian yang dialami dari pihak yang bertanggung jawab dan seseorang tidak boleh dianggap bertanggung jawab atas hal-hal yang tidak dapat dikendalikan.

4. Apa yang kalian ketahui mengenai penghunaan pohon keputusan sebagaj pendukung dalam proses pengambil keputusan.  (gambarkan) sertakan contohnya.
Pohon keputusan (decision tree) adalah gambaran skematik dari alternatif yang tersedia bagi pengambilan keputusan dan kemungkinan hasilnya. Pohon keputusan memiliki fungsi yang sama dengan tabel keputusan, tapi biasanya lebih sesuai dengan situasi analisis yang memiliki keputusan berjenjang
Contoh :
PT Spektrum bermaksud berinvestasi dalam suatu proyek industri. Terdapat tiga alternatif proyek yaitu A, B dan C. Masing-masing proyek akan memberikanhasil yang berbeda tergantung dari kondisi perekonomian yang akan terjadi, seperti ditunjukkan dalam tabel berikut
Tabel Hasil Investasi PT Spektrum
Alternatif proyek industri
Kondisi ekonomi
Baik
Tetap
Buruk

A
B
C
41
30
16
12
20
14
4
10
12

 














Sumber:





TUGAS 1 ETIKA BISNIS

Diposting oleh Fitriana Setya



1. Jelaskan pengertian etika, moral dan moralitas ? 
 Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti : kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR  "etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".

contoh-contoh etika dlm kehidupan sehari-hari,yaitu :
1. Jujur tidak berbohong
2. Bersikap Dewasa tidak kekanak-kanakan
3. Lapang dada dalam berkomunikasi
4. Menggunakan panggilan / sebutan orang yang baik
5. Menggunakan pesan bahasa yang efektif dan efisien
6. Tidak mudah emosi / emosional
7. Berinisiatif sebagai pembuka dialog
8. Berbahasa yang baik, ramah dan sopan
9. Menggunakan pakaian yang pantas sesuai keadaan
10. Bertingkah laku yang baik

Pengertian Moral
Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan lain-lain; akhlak budi pekerti; dan susila. Kondisi mental yang membuat orang tetap berani; bersemangat; bergairah; berdisiplin dan sebagainya
contoh: kalau kita menemukan tas yang berisikan dokumen penting dan juga sejumlah uang yang terdapat dalam tas tersebut. Seandainya kita memiliki moral yang baik maka kita akan memberikan tas itu kepada pemiliknya atau kalau tidak pada yang berwajib

Pengertian Moralitas
moralitas adalah suatu ketentuan-ketentuan kesusilaan yang mengikat perilaku sosial manusia untuk terwujudnya dinamisasi kehidupan di dunia, kaidah (norma-norma) itu ditetapkan berdasarkan konsensus kolektif, yang pada dasarnya moral diterangkan berdasarkan akal sehat yang objektif.
contoh: kalau kita menemukan dompet yang berisikan identitas dan juga sejumlah uang yang terdapat dalam dompet tersebut

2.  Jelaskan peran dan manfaat etika ?
Peran dan manfaat etika (Ketut Rinjin, 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira, 2006) yaitu :
1. Manusia hidup dalam jajaran norma moral, religius, hukum, kesopanan, adat istiadat dan permainan. Oleh karena itu, manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya.
2. Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya = human act, dan bukan an act of man. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri, sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom.
3. Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu, norma hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum, norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari, etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat, asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
4. Manfaat etika adalah mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom, mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.

3.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan kesadaran moral :
Kesadaran moral di dasarkan atas nilai-nilai yang benar-benar esensial, fundamental. Perilaku manusia yang berdasarkan atas kesadaran moral, perilaku akan selalu direalisasikan sebagaimana yang seharusnya, kapan saja dan di mana saja. Tindakannya berdasarkan atas kesadaran, bukan berdasarkan pada suatu kekuasaan apa pun dan juda bukan karena paksaan, tetapi berdasarkan “kekuasaan” kesadaran moral itu sendiri.

4. Jelaskan apa itu etika normatif, deontologi, teleologi, hak asasi, relative, agama dan etika keutamaan ?
- Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan.

-Etika deontologi yaitu istilah deontologi berasal dari kata  Yunani ‘deon’ yang berarti kewajiban. Yang menjadi dasar baik buruknya perbuatan adalah kewajiban.
Pendekatan deontologi sudah diterima dalam konteks agama, sekarang merupakan juga salah satu teori etika yang terpenting.
Contoh : kewajiban seseorang yang memiliki dan mempecayai agamanya, maka orang tersebut harus beribadah,  menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.

 - Etika Teleologi adalah ajaran yang menerangkan segala sesuatu dan segala kejadian menuju pada tujuan tertentu. Istilah teleologi dikemukakan oleh Christian Wolff, seorang filsuf Jerman abad ke-18. Teleologi merupakan sebuah studi tentang gejala-gejala yang memperlihatkan keteraturan, rancangan, tujuan, akhir, maksud, kecenderungan, sasaran, arah, dan bagaimana hal-hal ini dicapai dalam suatu proses perkembangan. Dalam arti umum, teleologi merupakan sebuah studi filosofis mengenai bukti perencanaan, fungsi, atau tujuan di alam maupun dalam sejarah. Dalam bidang lain, teleologi merupakan ajaran filosofis-religius tentang eksistensi tujuan dan “kebijaksanaan” objektif di luar manusia.

- Etika Hak Asasi merupakan suatu aspek  dari teori deontologi, karena berkaitan dengan kewajiban. Hak dan kewajiban bagaikan dua sisi uang logam yang sama. Dalam pemikiran moral dewasa ini barangkali teori hak ini adalah pendekatan yang paling banyak dipakai untuk mengevaluasi  baik buruknya  suatu perbuatan atau perilaku.
Contoh : asisten rumah tangga yang mempunyai hak untuk mendapatkan gaji bulanannya setelah ia melakukan kewajibannya mengurus rumah dan sebagainya.

 - Etika Keutamaan didefinisikan  sebagai berikut : disposisi watak  yang telah diperoleh  seseorang dan memungkinkan  dia untuk bertingkah  laku baik secara moral. memandang  sikap atau akhlak seseorang.  Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.

Contoh keutamaan :
  1. Kebijaksanaan : seorang pemimpin yang memiliki sifat bijaksana dalam segala urusan.
  2. Keadilan : mampu bersifat adil dalam menentukan pilihan.
  3. Suka bekerja keras  : mau terus berjuang dalam bekerja, sehingga pada akhirnya dapat menikmati hasil jerih payahnya yang baik.
  4. Hidup yang baik : tidak pernah melakukan hal – hal yang dapat merugikan sekitarnya,dapat menikmati hidup dengan tenang, nyaman dan tentram.
 - Etika Relatif yang mana etika ini diyakini sebagai suatu tindakan yang benar dan berlaku di daerah tertentu saja, sebagai cotoh :
* berbicara dan berperilaku sopan kepada orang yang lebih tua
* meminta ijin saat berjalan melewati orang yang sedang duduk

- Teori Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya

Sumber :


TUGAS 2 ETIKA BISNIS

Diposting oleh Fitriana Setya


1. Jelaskan hakikat bisnis
Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia ( produk atau jasa ) yang bermanfaat bagi masyarakat. Businessman (Seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayani secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

2. jelaskan karakteristik profesi bisnis
- Keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan teoritis : Professional dapat diasumsikan mempunyai pengetahuan teoritis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasarkan pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktik.
- Assosiasi professional : Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya.
-  Pendidikan yang ekstensif : Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
-  Ujian kompetensi : Sebelum memasuki organisasi professional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoritis.
- Pelatihan institusional : Selain ujian, biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan institusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi.
- Lisensi : Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
- Otonomi kerja : Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
- Kode etik : Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
3. jelaskan pergeseran paradigma dari pendekatan stockholder ke stakeholderPergeseran paradigma  dari pendekatan stockholder kependekatan stakeholder dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
4. jelaskan tanggung jawab moral & sosial bisnis 
a.       Mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut kalao ia bertindak dengan sadar dan tahu mengenai tindakannya serta konsekuen dari tindakannya.
b.      Tanggung jawab yang mengadaikan adanya kebebasan bahwa tindakan itu dilakukan secara bebas bukan dalam keadaan dipaksa atau terpaksa, secara moral ia tidak bisa dituntut bertanggung jawab atas tindakanya itu.
c.       Tanggung jawab yang mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu, kecuali kalau masih ada alternatif lain baginya untuk bertindak secara lain dalam keadaan terpaksa.

5.  jelaskan kode etik perusahaan (contohnya)
kode etik perusahaan merupakan suatu tatanan etika yang telah disepakati oleh suatu kelompok masyarakat tertentu. Kode etik umumnya termasuk dalam norma sosial, namun bila ada kode etik yang memiliki sangsi yang agak berat, maka masuk dalam kategori norma hukum.
Kode Etik juga dapat diartikan sebagai pola aturan, tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan. Kode etik merupakan pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.
Dalam kaitannya dengan profesi, bahwa kode etik merupakan tata cara atau aturan yang menjadi standart kegiatan anggota suatu profesi. Suatu kode etik menggambarkan nilai-nilai professional suatu profesi yang diterjemahkan kedalam standaart perilaku anggotanya. Nilai professional paling utama adalah keinginan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat.
contoh kode etik yang biasanya berlaku pada perusahaan-perusahaan yaitu :
1.      Jam masuk kerja jam 08.00 dan dispensasi keterlambatan hanya 5 menit.
2.      Tidak boleh bermain game di kantor.
3.      Harus lapor kepada atasan masing-masing departement jika ingin ijin keluar kantor.
4.      Barang-barang pesanan dikeluarkan oleh bagian gudang.
5.      Penggunaan internet hanya untuk urusan pekerjaan.
6.      Setiap karyawan tidak boleh sembarangan membuka file karyawan lain.

6. Menurut Covey Sebuah Keputusan Yang Baik adalah yang bisa menyeimbangkan keempat kompetensi, yaitu: Tubuh (PQ), Intelektual (IQ),  Hati (PQ) dan Jiwa/Roh (SQ)
setuju, karena didalam setiap mengambil keputusan harus menyeimbangi kompetensi Tubuh (PQ), Intelektual (IQ),  Hati (PQ) dan Jiwa/Roh (SQ). Yakinlah bahwa keputusan tersebut adalah yang terbaik dan memang benar harus dilakukan. jika memang sudah memutuskan untuk suatu hal, maka jangan sampai ada keraguan atau takut akan bayang-bayang yang belum tentu terjadi.
contoh, jika kita benar membuat keputusan lewat keputusan yang cepat. Maka kita akan dibilang, “Keputusan yang cepat dan tidak menunda-nunda dari si A telah membuahkan hasil.” Di sisi lain, jika kita membuat keputusan yang benar lewat keputusan yang lambat, maka akan keluat statemen, “Keputusan penuh perhitungan dari si A telah menyelamatkan kehidupan banyak orang.”
Nah, kemudian contoh oposisinya, jika keputusan kita cepat, dan SALAH, maka komentar yang keluar adalah seperti ini, “Keputusan yang terburu-buru tanpa pikir panjang dari si C merusak segalanya.” Sebaliknya, jika keputusan lambat dan SALAH, maka inilah komentarnya, “Terlalu banyak memikirkan pilihan, akhirnya keputusan lambat dari si C tetap membawa petaka.” Got it?
Jadi intinya, seperti yang coba saya tekankan di awal, bahwa dalam membuat keputusan, bukan proses dan cara kita yang dilihat, melainkan apa hasil dari keputusan itu. Jadi jika ada yang  bertanya, “Sebaiknya dalam membuat keputusan itu cepat atau lambat sih?” Jawablah, “Buat keputusan yang BENAR”