MUSIK ONE STOP


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Teori Kepemimpinan

Diposting oleh Fitriana Setya

Teori atau Model Kontingensi

Teori atau model kontingensi (Fiedler, 1967) sering disebut teori situasional karena teori ini mengemukakan kepemimpinan yang tergantung pada situasi. Model atau teori kontingensi Fiedler melihat bahwa kelompok efektif tergantung pada kecocokan antara gaya pemimpin yang berinteraksi dengan subordinatnya sehingga situasi menjadi pengendali dan berpengaruh terhadap pemimpin.
Bagi banyak pemimpin dalam suatu organisasi maupun pemimpin dalam bidang pekerjaan, sering mengalami kesulitan dalam menyampaikan pesan kepada bawahan; ataupun menangkap kesan bawahan anda. Kita pun mengetahui rasa hormat dan kepatuhan kepada atasan itu hanya dilakukan apabila kita menerapkan peraturan yang ketat dalam organisasi tersebut.
Padahal sebagai pemimpin sangat mendambakan bawahan berdedikasi tinggi terhadap perusahaan; dan mengetahui semua posisi tugas dari masing – masing bagian. Maka dalam hal ini pimpimpin dituntut bersifat apresiatif, terbuka, bertanggung jawab, dan melakukan pendekatan yang baik pada karyawan. Sehingga prestasi kerja karyawan dapat meningkat dan perusahan pun berkembang.

Teori atau model Vroom&Yetton

Teori kepemimpinan Vroom&Yetton ini merupakan salah satu teori contingency. Teori ini dikembangkan oleh Vroom & Yetton (1973) dan disebut juga sebagai model normatif tentang kepemimpinan, karena mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu, yang berfokus pada tingkat partisipasi yang diperbolehkan oleh pemimpin dalam pengambilan keputusan dan seleksi pendekatan yang akan memaksimalkan manfaat yang akan didapat kelompok dan pada waktu yang bersamaan, meminimalisasi gangguan pencapaian tujuan kelompok. Model yang menjelaskan bagaimana seorang pemimpin harus memimpin dalam berbagai situasi. Model ini menunjukan bahwa tidak ada corak kepemimpinan tunggal yg dapat diterapkan pada semua situasi.
Pada hakikatnya, model ini dapat digunakan sebagai alat untuk:
a. Membantu mengenali berbagai jenis situasi pemecahan persoalan secara berkelompok (group problem-solving situations)
b. Menyarankan gaya-gaya kepemimpinan mana yang dianggap layak untuk setiap situasi. Ada tiga parameter yang penting yaitu: (1) klasifikasi gaya kepemimpinan; (2) kriteria efektivitas keputusan; (3) kriteria penemukenalan jenis situasi pemecahan persoalan.
Lima pola umum Gaya Kepemimpinan dalam Pengambilan Keputusan (Vroom & Yetton, 1973) :
1. Autocratic I: membuat keputusan dengan menggunakan informasi yang saat ini terdapat pada pemimpin.
2. Autocratic II: membuat keputusan dengan menggunakan informasi yang terdapat pada seluruh anggota kelompok tanpa terlebih dahulu menginformasikan tujuan dari penyampaian informasi yang mereka berikan.
3. Consultative I: berbagi akan masalah yang ada dengan individu yang relevan, mengetahui ide-ide dan saran mereka tanpa melibatkan mereka ke dalam kelompok; lalu membuat keputusan.
4. Consultative II: berbagi masalah dengan kelompok, mendapatkan ide-ide dan saran mereka saat diskusi kelompok berlangsung, dan kemudian membuat keputusan.
5. Group II: berbagi masalah yang ada dengan kelompok, mengepalai diskusi kelompok, serta menerima dan menerapkan keputusan apapun yang dibuat oleh kelompok

Teori atau model Path Goal

Menurut teori path-goal, suatu perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh mereka sebagai sebuah sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang. Perilaku pemimpin akan memberikan motivasi sepanjang (1) membuat bawahan merasa butuh kepuasan dalam pencapaian kinerja yang efektif, dan (2) menyediakan ajaran, arahan, dukungan dan penghargaan yang diperlukan dalam kinerja efektif (Robins, 2002). Untuk pengujian pernyataan ini, Robert House mengenali empat perilaku pemimpin. Pemimpin yang berkarakter directive-leader, supportive leader, participative leader dan achievement-oriented leader. Berlawanan dengan pandangan Fiedler tentang perilaku pemimpin, House berasumsi bahwa pemimpin itu bersifat fleksibel. Teori path-goal mengimplikasikan bahwa pemimpin yang sama mampu menjalankan beberapa atau keseluruhan perilaku yang bergantung pada situasi (Robins, 2002).
Model kepemimpinan path-goal berusaha meramalkan efektivitas kepemimpinan dalam berbagai situasi. Menurut model ini, pemimpin menjadi efektif karena pengaruh motivasi mereka yang positif, kemampuan untuk melaksanakan, dan kepuasan pengikutnya. Teorinya disebut sebagai path-goal karena memfokuskan pada bagaimana pimpinan mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja, tujuan pengembangan diri, dan jalan untuk menggapai tujuan.
Model path-goal menjelaskan bagaimana seorang pimpinan dapat memudahkan bawahan melaksanakan tugas dengan menunjukkan bagaimana prestasi mereka dapat digunakan sebagai alat mencapai hasil yang mereka inginkan. Teori Pengharapan (Expectancy Theory) menjelaskan bagaimana sikap dan perilaku individu dipengaruhi oleh hubungan antara usaha dan prestasi (path-goal) dengan valensi dari hasil (goal attractiveness). Individu akan memperoleh kepuasan dan produktif ketika melihat adanya hubungan kuat antara usaha dan prestasi yang mereka lakukan dengan hasil yang mereka capai dengan nilai tinggi. Model path-goal juga mengatakan bahwa pimpinan yang paling efektif adalah mereka yang membantu bawahan mengikuti cara untuk mencapai hasil yang bernilai tinggi.

Contoh Kasus
Gugatan itu muncul menyusul rencana Facebook untuk melakukan ‘go publik’. Masalah hak paten biasa terjadi antara pembuat smartphone, tetapi ini untuk pertama kalinya masalah ini diributkan oleh YAHOO melayangkan gugatan atas kekayaan intelektual terhadap Facebook. Yahoo mengklaim jejaring sosial itu telah melanggar 10 hak patennya termasuk sistem dan metode untuk iklan di situs. Facebook membantah kedua ‘raksasa’ internet.
Dalam sebuah pernyataan dari Yahoo menyebutkan bahwa ini adalah kasus yang besar. “Paten Yahoo berkaitan dengan inovasi dalam produk online, termasuk layanan pesan, generasi berita berbayar, komentar sosial dan tampilan iklan, mencegah penipuan dan kontrol terhadap kerahasiaan,” seperti disebutkan dalam gugatan itu.
“Model jejaring sosial Facebook, yang mengizinkan pengguna untuk menciptakan profil dan terhubung dengan, diantara hal yang lain, seseorang atau bisnis, itu berbasis pada paten teknologi jeraring sosial yang dimiliki Yahoo.
Jejaring sosial mengisyaratkan bahwa Yahoo tidak berupaya keras untuk menyelesaikan masalah itu tanpa melibatkan pengadilan. Digambarkan langkah Yahoo ini menimbulkan teka-teki. “Kami kecewa terhadap Yahoo, yang selama ini merupakan mitra bisnis Facebook dan sebuah perusahaan yang mendapatkan keuntungan dari asosiasinya dengan Facebook, dan memutuskan untuk menempuh jalur hukum,” tambahnya.
Sejarah berulang Kasus ini seperti ulangan dari keputusan Yahoo untuk menggugat Google menyusul penawaran saham perdana perusahaan tu pada 2004 lalu. Sengketa masalah hak paten itu dimenangkan Yahoo yang memperoleh sejumlah pembayaran.
Disebutkan Google melakukan penyelesaian kasus itu dengan menerbitkan 2,7 juta saham untuk saingannya. “Ini masuk akal bahwa Yahoo ingin mencoba taktik yang berhasil digunakan dimasa lalu,” kata analis teknologi di New York BGC Partner Colin Gillis kepada BBC. “Tetapi ada keputusasaan disana – tampaknya bahwa mereka akan men
dapatkan uang dengan mudah dari Facebook. Ini tidak akan menganggu IPO.”
Baru-baru ini Yahoo mengubah susunan pimpinannya, dan menunjuk Scott Thompson sebagai kepala eksekutif pada Januari lalu. Pendiri Yahoo, Jerry Yang, mengundurkan diri dari jajaran pimpinan pada Januari. Kepala perusahaan dan tiga direksi mengumumkan pengunduran diri mereka setelah itu.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa banyak karyawan Yahoo diperkirakan akan menghadapi pemecatan menyusul penurunan keuntungan. Keputusan Thompson untuk menggugat kemungkinan akan mendatangkan dana segar atau aset lain jika pengadilan mengabulkan gugatan itu.
“Ini menarik karena pertama kalinya hak paten dipermasalahkan media sosial,” kata Andrea Matwyshyn, asisten profesor studi hukum Wharton School, University of Pennsylvania.

Kesimpulan :
Menurut pendapat saya , masalah yang dihadapi oleh yahoo sekarang seharusnya gaya kepemimpinannya harus diperbaiki jangan seperti yang dahulu karena kalau gaya kepemimpinan seperti yang dahulu akan memperburuk masalah. Kasus ini termasuk dalam model kepemimpinan vroom&yetton. Seharusnya gaya kepemimpinannya seperti yang ada dalam lima pola umum gaya kepemimpinan dalam pengambilan keputusan (Vroom & Yetton, 1973) yaitu yang:
• Consultative I: berbagi akan masalah yang ada dengan individu yang relevan, mengetahui ide-ide dan saran mereka tanpa melibatkan mereka ke dalam kelompok; lalu membuat keputusan.
• Group II: berbagi masalah yang ada dengan kelompok, mengepalai diskusi kelompok, serta menerima dan menerapkan keputusan apapun yang dibuat oleh kelompok.

Sumber:
http://id.shvoong.com/business-management/management/2134393-teori-atau-model-kontingensi-dan/#ixzz1sTvAkUVu
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2009/11/teori-kepemimpinan-normative-vroom-yetton/
http://dwie-dwieblog.blogspot.com/2010/01/path-goal-teori-vroom-and-yetton.html
http://www.poskotanews.com/2012/03/14/yahoo-gugat-facebook/

SEMINAR "POTENSI AGRIBISNIS,PROSPEK DAN KEMUDAHAN BUDIDAYA LELE SANGKURIANG

Diposting oleh Fitriana Setya

SEMINAR "SELAMAT TINGGAL BANK KONVENSIONAL"

Diposting oleh Fitriana Setya


OYEEE

Seminar SMART WAY TO GET A JOB AND DEVELOP CAREER

Diposting oleh Fitriana Setya

lirik lagu Zivilia "setia"

Diposting oleh Fitriana Setya

Lirik Lagu Zivilia Setia Lyrics

Hari berganti bulan
Bulan berganti tahun
Waktu demi waktu berlalu
Namun kau tak pernah berubah
Seperti saat pertama kita bertemu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Masih ingatkah saat pertama ku kecup keningmu
Terucap janji sehidup semati kita bersama

Bersama dalam suka dan duka
Bersama dalam tangis dan tawa
Bersama dalam susah dan senang
Bersama melangkah seiring sejalan
Sampai hari ini ku masih setia

Masih ingatkah saat pertama ku kecup keningmu
Terucap janji sehidup semati kita bersama

[japanese]

(masih ingatkah saat pertama kau kecup keningku
Terucap janji sehidup semati)

Masih ingatkah saat pertama ku kecup keningmu
Terucap janji sehidup semati kita bersama

Source: http://liriklaguindonesia.net/zivilia-setia.htm#ixzz1rcy9rfzD

lirik lagu ST12 Cinta tak harus memiliki

Diposting oleh Fitriana Setya

ST 12 Cinta Tak Harus Memiliki lyrics

cinta indah
cinta juga bisa berubah menjadi sakit
begitu yang kurasakan kini
perih hatiku tinggalkan cinta

tak pernah terbayangkan
dan tak pernah terpikirkan
cintamu dan cintaku akan berpisah
namun harus kurelakan itu
untuk hidupmu agar lebih baik

reff :
maafkan aku
setulus hatimu
kepergian diriku itu bukan keingininku
terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu

jangan bersedih dengan keadaan ini
jika kamu menangis
aku juga ikut menangis
terima saja semua ini kulakukan untukmu


back to reff:

jangan bersedih dengan keadaan ini
jika kamu menangis
aku juga ikut menangis
terima saja semua ini kulakukan demi kebaikan mu

jangan bersedih dengan keadaan ini
jika kamu menangis
aku juga ikut menangis
terima saja semua ini kulakukan
terima saja semua ini kulakukan untukmu

Blackforest Caramel Cream Cake

Diposting oleh Fitriana Setya

Blackforest Caramel Cream Cake
Bahan cake :

10 kuning telur
4 putih telur
150 gr gula pasir
75 gr tepung terigu protein sedang
25 gr cokelat bubuk
15 gr susu bubuk
1/2 sdt baking powder
125 gr margarin
1 sdt cokelat pasta

Bahan cream caramel:

100 gr krim bubuk
200 ml air es
75 gr gula pasir
200 ml susu cair hangat
25 gr maizena
100 gr milk cooking chocolate, potong-potong
1/4 sdt garam
2 kuning telur, kocok lepas
5 lembar gelatin, rendam, peras

Bahan isi:

200 gr dark ceri, belah dua

Bahan sirup (aduk rata):

1 sdm gula pasir
1 sdm air panas
2 sdm rhum

Bahan toping:

150 gr dark cooking chocolate, serut lebar

Cara membuat:

Oleskan margarin pada 2 buah loyang diameter 22 cm tinggi 3 cm. Alasi kertas roti. Sisihkan.
Cake, kocok telur dan gula pasir sampai mengembang.
Masukkan tepung terigu, susu bubuk, cokelat bubuk, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
Panaskan margarin sampai meleleh. Tambahkan cokelat pasta. Aduk rata. Tuang sedikit-sedikit ke kocokan telur sambil diaduk perlahan.
Tuang di loyang yang sudah disiapkan.
Oven 25 menit dengan api bawah suhu 190 derajar Celcius sampai matang.
Cream caramel, kocok krim bubuk dan air es sampai setengah mengembang. Dinginkan dalam lemari es.
Gosongkan gula pasir. Masukkan susu cair. Aduk sampai larut. Angkat.
Aduk rata campuran susu, maizena, dan garam. Rebus sambil diaduk di atas api sedang sampai kental.
Tambahkan milk cooking chocolate. Aduk sampai larut. Matikan api. Masukkan kuning telur. Aduk rata.
Nyalakan api. Masak lagi sambil diaduk sampai matang. Tambahkan gelatin. Aduk sampai larut. Angkat.
Tuang sedikit-sedikit ke dalam kocokan krim sambil dikocok perlahan.
Ambil selembar cake. Oleskan bahan sirup. Oleskan cream karamel.
Tata dark ceri. Tutup dengan cake. Oles dengan bahan sirup. Tutup seluruh permukaan cake dengan sisa cream. Dinginkan dalam lemari es.
Tutup seluruh permukaan cake dengan serutan dark cooking chocolate.

http://www.resep-resep-kue.com/resep-detail.php?id=472