MUSIK ONE STOP


MusicPlaylistView Profile
Create a playlist at MixPod.com

Banjir

Diposting oleh Fitriana Setya

Banjir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Karena banjir aktivitas masyarakat terhenti
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air Peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi. Kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya.Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin. Setiap tahun pasti datang. Banjir, sebenarnya merupakan fenomena kejadian alam "biasa" yang sering terjadi dan dihadapi hampir di seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banjir sudah temasuk dalam urutan bencana besar, karena meminta korban besar.

Ciri-ciri

Bencana banjir memiliki ciri-ciri dan akibat sebagai berikut.
 Banjir biasanya terjadi saat hujan deras yang turun terus menerus sepanjang hari.
*         Air menggenangi tempat-tempat tertentu dengan ketinggian tertentu.
*         Banjir dapat mengakibatkan hanyutnya rumah-rumah, tanaman, hewan, dan manusia.
*         Banjir mengikis permukaan tanah sehingga terjadi endapan tanah di tempat-tempat yang rendah.
*         Banjir dapat mendangkalkan sungai, kolam, atau danau.
*         Sesudah banjir, lingkungan menjadi kotor oleh endapan tanah dan sampah.
*         Banjir dapat menyebabkan korban jiwa, luka berat, luka ringan, atau hilangnya orang.
*         Banjir dapat menyebabkan kerugian yg besar baik secara moril maupun materiil.

Jenis

Banjir merugikan banyak pihak
Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut pasang.[8]
*         Banjir Sungai
Terjadi karena air sungai meluap.
*         Banjir Danau
Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
*         Banjir Laut pasang
Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.

Penyebab Terjadinya Banjir

Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut.
 Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,
*         Pendangkalan sungai,
*         Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai mapupun gotong royong
*         Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
*         Pembuatan tanggul yang kurang baik,
*         Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

Dampak Dari Banjir

Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
 Rusaknya areal pemukiman penduduk,
  1. Sulitnya mendapatkan air bersih, dan
  2. Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
  3. Rusaknya areal pertanian
  4. Timbulnya penyakit-penyakit
  5. Menghambat transportasi darat

Banjir

Diposting oleh Fitriana Setya

Banjir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Karena banjir aktivitas masyarakat terhenti
Banjir adalah peristiwa terbenamnya daratan oleh air Peristiwa banjir timbul jika air menggenangi daratan yang biasanya kering. Banjir pada umumnya disebabkan oleh air sungai yang meluap ke lingkungan sekitarnya sebagai akibat curah hujan yang tinggi. Kekuatan banjir mampu merusak rumah dan menyapu fondasinya.Air banjir juga membawa lumpur berbau yang dapat menutup segalanya setelah air surut. Banjir adalah hal yang rutin. Setiap tahun pasti datang. Banjir, sebenarnya merupakan fenomena kejadian alam "biasa" yang sering terjadi dan dihadapi hampir di seluruh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Banjir sudah temasuk dalam urutan bencana besar, karena meminta korban besar.

Ciri-ciri

Bencana banjir memiliki ciri-ciri dan akibat sebagai berikut.
 Banjir biasanya terjadi saat hujan deras yang turun terus menerus sepanjang hari.
*         Air menggenangi tempat-tempat tertentu dengan ketinggian tertentu.
*         Banjir dapat mengakibatkan hanyutnya rumah-rumah, tanaman, hewan, dan manusia.
*         Banjir mengikis permukaan tanah sehingga terjadi endapan tanah di tempat-tempat yang rendah.
*         Banjir dapat mendangkalkan sungai, kolam, atau danau.
*         Sesudah banjir, lingkungan menjadi kotor oleh endapan tanah dan sampah.
*         Banjir dapat menyebabkan korban jiwa, luka berat, luka ringan, atau hilangnya orang.
*         Banjir dapat menyebabkan kerugian yg besar baik secara moril maupun materiil.

Jenis

Banjir merugikan banyak pihak
Berdasarkan sumber air yang menjadi penampung di bumi, jenis banjir dibedakan menjadi tiga, yaitu banjir sungai, banjir danau, dan banjir laut pasang.[8]
*         Banjir Sungai
Terjadi karena air sungai meluap.
*         Banjir Danau
Terjadi karena air danau meluap atau bendungannya jebol.
*         Banjir Laut pasang
Terjadi antara lain akibat adanya badai dan gempa bumi.

Penyebab Terjadinya Banjir

Secara umum, penyebab terjadinya banjir adalah sebagai berikut.
 Penebangan hutan secara liar tanpa disertai reboisasi,
*         Pendangkalan sungai,
*         Pembuangan sampah yang sembarangan, baik ke aliran sungai mapupun gotong royong
*         Pembuatan saluran air yang tidak memenuhi syarat,
*         Pembuatan tanggul yang kurang baik,
*         Air laut, sungai, atau danau yang meluap dan menggenangi daratan.

Dampak Dari Banjir

Banjir dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup berupa:
 Rusaknya areal pemukiman penduduk,
  1. Sulitnya mendapatkan air bersih, dan
  2. Rusaknya sarana dan prasarana penduduk.
  3. Rusaknya areal pertanian
  4. Timbulnya penyakit-penyakit
  5. Menghambat transportasi darat

Gunung Berapi

Diposting oleh Fitriana Setya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Letusan gunung berapi St. Helens (AS), 1980
Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

Berbagai Tipe Gunung Berapi

  1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
  2. Gunung berapi perisai (shield volcano)
  3. Gunung berapi maar

Ciri-ciri gunung berapi akan meletus

Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain
*         Suhu di sekitar gunung naik.
*         Mata air menjadi kering
*         Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
*         Tumbuhan di sekitar gunung layu
*         Binatang di sekitar gunung bermigrasi

Hasil letusan gunung berapi

Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :
Gas vulkanik
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
Lava dan aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
Lahar
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
Abu letusan
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
Awan panas
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.
Letusan gunung berapi St. Helens (AS), 1980
Gunung meletus merupakan peristiwa yang terjadi akibat endapan magma di dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas yang bertekanan tinggi.
Magma adalah cairan pijar yang terdapat di dalam lapisan bumi dengan suhu yang sangat tinggi, yakni diperkirakan lebih dari 1.000 °C. Cairan magma yang keluar dari dalam bumi disebut lava. Suhu lava yang dikeluarkan bisa mencapai 700-1.200 °C. Letusan gunung berapi yang membawa batu dan abu dapat menyembur sampai sejauh radius 18 km atau lebih, sedangkan lavanya bisa membanjiri sampai sejauh radius 90 km.
Tidak semua gunung berapi sering meletus. Gunung berapi yang sering meletus disebut gunung berapi aktif.

Berbagai Tipe Gunung Berapi

  1. Gunung berapi kerucut atau gunung berapi strato (strato vulcano)
  2. Gunung berapi perisai (shield volcano)
  3. Gunung berapi maar

 Ciri-ciri gunung berapi akan meletus
Gunung berapi yang akan meletus dapat diketahui melalui beberapa tanda, antara lain
*         Suhu di sekitar gunung naik.
*         Mata air menjadi kering
*         Sering mengeluarkan suara gemuruh, kadang disertai getaran (gempa)
*         Tumbuhan di sekitar gunung layu
*         Binatang di sekitar gunung bermigrasi

Hasil letusan gunung berapi

Berikut adalah hasil dari letusan gunung berapi, antara lain :
Gas vulkanik
Gas yang dikeluarkan gunung berapi pada saat meletus. Gas tersebut antara lain Karbonmonoksida (CO), Karbondioksida (CO2), Hidrogen Sulfide (H2S), Sulfurdioksida (S02), dan Nitrogen (NO2) yang dapat membahayahan manusia.
Lava dan aliran pasir serta batu panas
Lava adalah cairan magma dengan suhu tinggi yang mengalir dari dalam Bumi ke permukaan melalui kawah. Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sedangkan lava kental akan membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
Lahar
Lahar adalah lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya. Lahar sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
Abu letusan
Yakni material yang sangat halus yang disemburkan ke udara saat terjadi letusan. Karena sangat halus, abu letusan dapat terbawa angin dan dirasakan sampai ratusan kilometer jauhnya.
Awan panas
Yakni hasil letusan yang mengalir bergulung seperti awan. Di dalam gulungan ini terdapat batuan pijar yang panas dan material vulkanik padat dengan suhu lebih besar dari 600 °C. Awan panas dapat mengakibatkan luka bakar pada tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan, leher atau kaki dan juga dapat menyebabkan sesak napas.

Tsunami

Diposting oleh Fitriana Setya

Tsunami (bahasa Jepangnya 津波; tsu = pelabuhan, nami = gelombang, secara harafiah berarti "ombak besar di pelabuhan") adalah perpindahan badan air yang disebabkan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan permukaan laut tersebut bisa disebabkan oleh gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau atau hantaman meteor di laut. Gelombang tsunami dapat merambat ke segala arah. Tenaga yang dikandung dalam gelomban tsunami adalah tetap terhadap fungsi ketinggian dan kelajuannya. Di laut dalam, gelombang tsunami dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 km per jam. Setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Dengan demikian, laju gelombang tidak terasa oleh kapal yang sedang berada di tengah laut. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang tsunami menurun hingga sekitar 30 km per jam, namun ketinggiannya sudah meningkat hingga mencapai puluhan meter. Hantaman gelombang Tsunami bisa masuk hingga puluhan kilometer dari bibir pantai. Kerusakan dan korban jiwa yang terjadi karena Tsunami bisa diakibatkan karena hantaman air maupun material yang terbawa oleh aliran gelombang tsunami.
Dampak negatif yang diakibatkan tsunami adalah merusak apa saja yang dilaluinya. Bangunan, tumbuh-tumbuhan, dan mengakibatkan korban jiwa manusia serta menyebabkan genangan, pencemaran air asin lahan pertanian, tanah, dan air bersih.
Sejarawan Yunani bernama Thucydides merupakan orang pertama yang mengaitkan tsunami dengan gempa bawah lain. Namun hingga abad ke-20, pengetahuan mengenai penyebab tsunami masih sangat minim. Penelitian masih terus dilakukan untuk memahami penyebab tsunami.
Teks-teks geologi, geografi, dan oseanografi di masa lalu menyebut tsunami sebagai "gelombang laut seismik".
Beberapa kondisi meteorologis, seperti badai tropis, dapat menyebabkan gelombang badai yang disebut sebagai meteor tsunami yang ketinggiannya beberapa meter diatas gelombang laut normal. Ketika badai ini mencapai daratan, bentuknya bisa menyerupai tsunami, meski sebenarnya bukan tsunami. Gelombangnya bisa menggenangi daratan. Gelombang badai ini pernah menggenangi Burma (Myanmar) pada Mei 2008.
Wilayah di sekeliling Samudra Pasifik memiliki Pacific Tsunami Warning Centre (PTWC) yang mengeluarkan peringatan jika terdapat ancaman tsunami pada wilayah ini. Wilayah di sekeliling Samuder Hindiasedang membangun Indian Ocean Tsunami Warning System (IOTWS) yang akan berpusat di Indonesia.
Bukti-bukti historis menunjukkan bahwa megatsunami mungkin saja terjadi, yang menyebabkan beberapa pulau dapat tenggelam

Penyebab terjadinya tsunami

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.
Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.
Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.
Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.
Gempa yang menyebabkan tsunami
*         Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 - 30 km)
*         Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
*         Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

Sistem Peringatan Dini

Banyak kota-kota di sekitar Pasifik, terutama di Jepang dan juga Hawaii, mempunyai sistem peringatan tsunami dan prosedur evakuasi untuk menangani kejadian tsunami. Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui perangkat yang ada di dasar atu permukaan laut yang terknoneksi dengansatelit.
Perekam tekanan di dasar laut bersama-sama denganperangkat yang mengapung di laut buoy, dapat digunakan untuk mendeteksi gelombang yang tidak dapat dilihat oleh pengamat manusia pada laut dalam. Sistem sederhana yang pertama kali digunakan untuk memberikan peringatan awal akan terjadinya tsunami pernah dicoba di Hawai pada tahun 1920-an. Kemudian, sistem yang lebih canggih dikembangkan lagi setelah terjadinya tsunami besar pada tanggal 1 April 1946 dan 23 Mei 1960. Amerika serikat membuat Pasific Tsunami Warning Center pada tahun 1949, dan menghubungkannya ke jaringan data dan peringatan internasional pada tahun 1965.
Salah satu sistem untuk menyediakan peringatan dini tsunami, CREST Project, dipasang di pantai Barat Amerika Serikat, Alaska, dan Hawai oleh USGS, NOAA, dan Pacific Northwest Seismograph Network, serta oleh tiga jaringan seismik universitas.
Hingga kini, ilmu tentang tsunami sudah cukup berkembang, meskipun proses terjadinya masih banyak yang belum diketahui dengan pasti. Episenter dari sebuah gempa bawah laut dan kemungkinan kejadian tsunami dapat cepat dihitung. Pemodelan tsunami yang baik telah berhasil memperkirakan seberapa besar tinggi gelombang tsunami di daerah sumber, kecepatan penjalarannya dan waktu sampai di pantai, berapa ketinggian tsunami di pantai dan seberapa jauh rendaman yang mungkin terjadi di daratan. Walaupun begitu, karena faktor alamiah, seperti kompleksitas topografi dan batimetri sekitar pantai dan adanya corak ragam tutupan lahan (baik tumbuhan, bangunan, dll), perkiraan waktu kedatangan tsunami, ketinggian dan jarak rendaman tsunami masih belum bisa dimodelkan secara akurat.

Tsunami dalam sejarah

*         1 November 1755 - Tsunami menghancurkan Lisboa, ibu kota Portugal, dan menelan 60.000 korban jiwa.
*         1883 - Pada tanggal 26 Agustus, letusan gunung Krakatau dan tsunami menewaskan lebih dari 36.000 jiwa.
*         2004 - Pada tanggal 25-26 Desember 2004, gempa besar yang menimbulkan tsunami menelan korban jiwa lebih dari 250.000 di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika. Ketinggian tsunami 35 m,
*         2006 - 17 Juli, Gempa yang menyebabkan tsunami terjadi di selatan pulau Jawa, Indonesia, dan setinggi maksimum ditemukan 21 meter di Pulau Nusakambangan. Memakan korban jiwa lebih dari 500 orang. Dan berasal dari selatan kota Ciamis
*         2007 - 12 September, Bengkulu, Memakan korban jiwa 3 orang. Ketinggian tsunami 3-4 m.
*         2010 - 27 Februari, Santiago, Chili
Sumbernya dari Wikipedia

Budaya

Diposting oleh Fitriana Setya

Tentang Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit,termasuk sistem agama dan politik,adat istiadat,bahasa,perkakas,pakaian,bangna dan karya seni bahasa.sebagaimana juga budaya merupakan bagian tak terpisah dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya.membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya.Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri,"Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentik berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika,"keselarasan individu dengan alam" di jepang dan "kepatuhan kolektif" di cina.Citra budaya yang bersifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nlai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang bersahaja  untuk memperoleh rasa bermatabat dan pertalian dengan hidup mereka

Kenapa Budaya Itu Lahir
Begitu organisasi itu didirikan,pembentukan budayanyapun dimulai.Pembentukan BO terjadi tatkala anggota organisasi belajar menghadapi masalah,baik masalah yang menyangkut perubahan-perubahan eksternal,maupun masalah internal yang menyangkut persatuan dan keutuhan organisasi
terbentuknya budaya tidak dalam sekejap,tidak bisa si karbid,pembentukanbudaya memerlukan waktu bertahun bahkan dan ratusan tahun.Pembentukan budaya diawali oleh pendiri(Founder)melalui tahapan sebagai berikut
1. seseorang mempunyai gagasan untuk mendirikan sebuah organisasi atau perubahan berdasarkanVM tertentu.
2. Ia menggali dan mengarahkan sumber-sumber,baik orang lain yang sepaham dan setujuan dengan dia(SDM),biaya,teknologi dan sebagainya.
3. Mereka meletakkan dasar organisasi berupa susunan organisasi dan tata kerja.

Proses Budaya
Proses budaya adalah proses terbentuknya budaya dari BSA menjadi BSO,didalam suatu organisasi atau perusahaan.Proses itu terdiri  dari sejumlah sub proses yang jalin-menjalin.antara lain kontak budaya,penggalian budaya,seleksi budaya,pemantapan budaya,sosialisasi budaya.Internalisasi budaya,kontrol budaya,evaluasi budaya,pertahanan budaya,perubahan budaya dan pewarisan budaya.Yang terjadi dalam hubungan antara suatu organisasi dengan lingkungannya secara berkesinambungan.

Perkembangan Budaya
Pada akhir abad ke 19 para ahli tropologi telah memakai kata kebudayaan dengan definisi yang lebih luas,bertolak dari teori evolusi,mereka mengasumsikan bahwa setiap manusia tumbuh dan berevolusi bersama dan dari evolusi itulah tercipta kebudayaan.
Pada tahun 50an subkebudayaan-kelompok dengan perilaku yang sedikit berbeda dari kebudayaan induknya mulai dijadikan subyek penilitian oleh para ahli sosiologi.pada abad ini pula terjadi popularisasi ide kebudayaan perusahaan.perbedaan dan bakat dalam konteks pekerja organisasi atau tempat bekerja.

Pengaruh Agama
Agama dan sistem kepercayaan lainnya seringkali terintegrasi dengan kebudayaan agama (Bahasa Inggris:Religion,yang berasal dari Bahasa Latin reigare,yang berarti "menambatkan"). adalah sebuah unsur kebudayaan yang penting dalam sejarah umat manusia.Dictionary of philosophy and religion (kamus filosofi dan agama) mendefinisikan agama sebagai berikut.
Sebuah institusi dengan keanggotaan yang diakui dan biasa berkumpul bersama untuk beribadah dan menerima sebuah paket doktrin yang menawarkan hal yang terkait dengan sikap yang harus diambil oleh individu untuk mendapatkan kebahagian sejati.
Agama biasanya memiliki suatu prinsip,seperti "10 Firman" dalam agama kristen atau "5 rukun islam" dalam agama islam.Kadang-kadang agama dilibatkan dalam sistem pemerintahan sepertin dalam sistem terokrasi.Agama juga mempengaruhi Kesenian.

Pengaruh Tempat
seiring dengan kemajuan teknologi dan informasi,hubungan dan saling keterkaitan kebudayaan-kebudayaan didunia saat ini sangat tinggi.Selain kemajuan teknologi dan informasi,hal tersebut juga dipengaruhi oleh faktor agama,tempat/wilayah,ekonomi.
contoh pengaruh tenpat:
Asia
Asia memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda satu sama lain,meskipun begitu,beberapa dari kebudayaan tesebut memiliki pengaruh yang menonjol terhadap kebudayaan lai,seperti misalnya pengaruh kebudayaan Tiongkok kepada kebudayaan jepang,korea dan vietnam.Dalam biang agama,agama budha dan Taoisme banyak mempengaruhi kebudayaan di Asia Timur.Selain kedua Agama tersebut,norma dan nilai Agama Islam juga mempengaruhi kebudayaan terutama diwilayah Asia Selatan dan tenggara.

Karakter Budaya
Harus diakui bahwa budaya feodal masih ada  ditengah-tengah kehidupan kita atau paling tidak budaya feodal yang ada pada masa orde baru masih melekat kuat pada babgsa ini.Politik balas bud,patron-client,asal bos senang dan masih banyak kita temi secara nyata.
Sepertinya memang,sebelas tahun reformasi masih menyisakan pekerjaan rumah yang berat,karena semu masalah ini bersumber pada karakter sebuah bangsa.Jadi pekerjaan yang selayaknya di prioritaskan adalah sebagamana merubah karakter budaya bangsa.

Referensi
Deddy Mulyana dan jalaluddin Rakhmat.komonikasi antar budaya:panduan berkomunikasi dengan orang-orang berbeda budaya.2006.Bandung:Remaja Rosdakarya.hal.25

=)

Diposting oleh Fitriana Setya

ini dia blog terbaru gue.. hahahahaha akhirnya.....
stlh sekian lama nongkrong diwarnet, ngutak sana ngutik sini daaaannnn inilah hasilnya . hehehehe
selamat datang di blog terbaru gue ;))